Oleh felyshia
Berhati-hatilah bila melihat mobil Ford Everest biru, dengan nomer polisi B 2708 CF. Ciri lainnya terdapat plakat DPR-MPR RI didekat nomor polisi bagian depannya. Read the rest of this post »
Oleh felyshia
Berhati-hatilah bila melihat mobil Ford Everest biru, dengan nomer polisi B 2708 CF. Ciri lainnya terdapat plakat DPR-MPR RI didekat nomor polisi bagian depannya. Read the rest of this post »
Surat Al-Ahzab: 33
Dalam ayat ini Allah menyebut mereka Ahlulbait. Dia berfirman: “Innamâ yuridu l`llâhu liyudzhiba ‘ankumu l`rijsa ahla l`bayt wa yuthahhirakum tathhirâ“. Artinya: “Sesungguhnya Allah hendak menghilangkan al-rijs dari kamu wahai Ahlulbait dan mensucikanmu sesuci-sucinya.” (QS. 33:33). Read the rest of this post »
SERI KAJIAN MAZHAB-08 dan 09,
Bersama ini saya sertakan attachment dari buku:
Judul: “Kebenaran Yang Hilang”
Karya: Syeikh Mu’tashim Sayyid Ahmad
Isi: Bab Lima – Bagian Pertama, dan Bab Lima – Bagian Kedua Read the rest of this post »
SERI KAJIAN MAZHAB-07 ,
Bersama ini saya sertakan attachment dari buku:
Judul: “Kebenaran Yang Hilang”
Karya: Syeikh Mu’tashim Sayyid Ahmad
Isi: Bab Empat. Read the rest of this post »
SERI KAJIAN MAZHAB-06 ,
Bersama ini saya sertakan attachment dari buku:
Judul: “Kebenaran Yang Hilang”
Karya: Syeikh Mu’tashim Sayyid Ahmad
Isi: Bab Tiga – Bagian Kedua. Read the rest of this post »
SERI KAJIAN MAZHAB-05 ,
Bersama ini saya sertakan attachment dari buku:
Judul: “Kebenaran Yang Hilang”
Karya: Syeikh Mu’tashim Sayyid Ahmad
Isi: Bab Tiga – Bagian Pertama. Read the rest of this post »
SERI KAJIAN MAZHAB-04 ,
Bersama ini saya sertakan attachment dari buku:
Judul: “Kebenaran Yang Hilang”
Karya: Syeikh Mu’tashim Sayyid Ahmad
Isi: Bab Dua – Bagian Ketiga. Read the rest of this post »
SERI KAJIAN MAZHAB-03 ,
Bersama ini saya sertakan attachment dari buku:
Judul: “Kebenaran Yang Hilang”
Karya: Syeikh Mu’tashim Sayyid Ahmad
Isi: Bab Dua – Bagian Kedua. Read the rest of this post »
SERI KAJIAN MAZHAB-02 ,
Bersama ini saya sertakan attachment dari buku:
Judul: “Kebenaran Yang Hilang”
Karya: Syeikh Mu’tashim Sayyid Ahmad
Isi: Bab Dua – Bagian Pertama. Read the rest of this post »
SERI KAJIAN MAZHAB-01 ,
Buku ini menceritakan pengalaman pribadi penulisnya didalam melakukan perjalanan spiritual mencari kebenaran diantara mazhab-mazhab fiqih dan kalam yang ada di masyarakat Islam. Read the rest of this post »
1. Peganglah perjanjian dengan kukuh. Sebab, sesungguhnya di antara kemuliaan akhlaq adalah mematuhi perjanjian. Read the rest of this post »
1. Menyampaikan amanat adalah kunci rezeki. Read the rest of this post »
1. Kesantunan adalah penutup yang menutupi, sedangkan akal adalah pedang yang tajam. Maka, tutupilah kekurangan perangaimu dengan kesantunanmu, dan perangilah nafsumu dengan akalmu. Read the rest of this post »
1. Kedermawanan adalah perbuatan yang mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala, sedangkan kebakhilan (kekikiran) adalah menjauhkannya. Read the rest of this post »
1. Perangilah hawa nafsu kalian, sebagaimana kalian memerangi musuh-musuh kalian. Dan hanya orang yang bijak yang dapat menguasai hawa nafsunya. Read the rest of this post »
1. Tidak ada keimanan yang (nilainya lebih besar) seperti malu dan sabar. Read the rest of this post »
1. Zuhud seluruhnya terdapat di antara dua kalimat dari ayat Al Qur’an, dimana Allah SWT berfirman: “..supaya kamu tidak berduka atas apa yang luput darimu, dan tidak terlalu gembira atas apa yang diberikan-Nya kepadamu” (QS. Al Hadid [57] : 23). Maka barangsiapa yang tidak berduka atas apa yang telah lewat (tidak diperolehnya), dan tidak terlalu bergembira dengan apa yang didapat, dia telah mengambil zuhud dalam kedua sisinya (secara sempurna). Read the rest of this post »
(Catatan: Artikel ini saya nukil dari salah satu tulisan Ustad Muhsin Labib seputar persoalan seksual dan jender. Tujuannya untuk memberi tambahan masukan terhadap artikel “Islam dan Homoseksual”)
1. Budi perkerti yang mulia ada 10 (sepuluh), yaitu : dermawan, malu, jujur, menyampaikan amanat, rendah hati (tawadhu), cemburu, berani, santun, sabar dan syukur. Read the rest of this post »
1. Perhatikanlah orang yang memberikan nasihat kepadamu. Seandainya dia memulai dari sisi yang merugikan orang banyak, maka janganlah engkau terima nasihatnya dan berhati-hatilah darinya. Akan tetapi, jika dia memulainya dari sisi keadilan dan kebaikan bagi orang banyak, maka terimalah nasihat itu. Read the rest of this post »
Recent Comments